PROFIL

PUSAT INFORMASI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

(PIK-KRR) RESCUE TEAM SMA NEGERI 5 KABUPATEN TEBO

Dewasa ini remaja disatu sisi merupakan generasi harapan bangsa namun disisi lain menghadapi banyak permasalahan yang bukan tidak mungkin akan mengganggu perkembangan fisik maupun psikologis mereka selanjutnya.

Jika disatu sisi kecenderungan remaja untuk melakukan berbagai tindakan yang membahayakan kesehatan mereka semakin meningkat, namun disisi lain ternyata pengetahuan para remaja sendiri dalam mengenal aspek kesehatan reproduksi yang harus mereka miliki sangatlah rendah. Masalah kultur, pola komunikasi serta kurangnya pengetahuan menyebabkan para remaja sulit berkomunikasi dengan orang disekitarnya bahkan dengan orang tuanya sendiri. Selain itu terdapat pula isu-isu sekitar remaja tentang globalisasi: liberalisasi norma, sikap dan perilaku, resiko triad (seksualitas, HIV/AIDS dan Napza) serta ancaman ketahanan remaja.

Diantara persoalan yang banyak dihadapi oleh para remaja adalah ketidaktahuan remaja tentang apa, mengapa dan bagaimana Kesehatan Reproduksi Remaja. Kesehatan Reproduksi sendiri dapat diartikan sebagai suatu kondisi sehat yang bukan saja bearti bebas dari penyakit atau kecacatan namun lebih dari pada itu sehat termasuk secara mental dan sosial berkaitan dengan sistem,fungsi,dan proses reproduksi. Ketidaktahuan inilah yang menjadi cikal bakal persoalan remaja dalam berperilaku reproduksi yang sehat.

Berdasarkan fakta yang ada di lingkungan sekolah bahkan lingkungan tempat tinggal ditemui beberapa kasus yang membuktikan ketidaktahuan tersebut antara lain :

  1. Ditemukan anak hamil diusia SMP. Sepasang anak ini mencontoh adegan yang ada di dalam film orang dewasa.
  2. Ditemukannya anak hamil usia SMA, karena ketidaktahuan anak perempuan yang dibohongi oleh teman prianya yang lebih dewasa bahwa berbuat intim tidak akan ketahuan oleh siapapun.
  3. Demi ingin membeli HP model terbaru seorang siswi SMA rela menjual dirinya untuk mendapatkan uang tersebut.
  4. Kecenderungan remaja putri dalam bergaul ingin selalu mengikuti tren pergaulan bebas ala sinetron di layar televisi.

Dan masih banyak lagi kasus yang ada disekeliling kita yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Hal ini mendorong pihak sekolah sebagai tempat pendidikan untuk membentengi para siswa-siswi agar tidak terjerumus seperti layaknya pergaulan diluar sekolah. Disamping itu kami mewaspadai bahwa sikap siswa-siswi yang cendrung pemalu dan tertutup dengan lawan jenisnya, tidak menjamin bahwa siswa-siswi bisa menjaga alat kespronya jika suatu saat dipengaruhi oleh orang lain diluar sekolah.

Sambung bergayut antara kasus-kasus yang terjadi diatas dan menindak lanjuti program BKKBN Provinsi tentang PIK KRR maka pada bulan Januari 2012, SMA Negeri 5 Kabupaten Tebo mengaktifkan kembali suatu wadah yang dikelola oleh, dari dan untuk remaja dalam memperoleh informasi dan pelayanan konseling tentang kesehatan reproduksi yang diberi nama “PIK-KRR RESCUE TEAM”. Bahkan setahun kemudian PIK-KRR RESCUE TEAM dapat menjadi Juara I PIK-KRR Tahap Tumbuh Tingkat Provinsi Jambi tahun 2013 dan Tahap Tegar Tingakat Provinsi Jambi tahun 2014.